Ngopi Bareng DPR RI Nanang Samodra Tekankan Pengawasan Madrasah Dan Orang Tua Di Ruang Digital

Ngopi Bareng DPR RI Nanang Samodra Tekankan Pengawasan Madrasah Dan Orang Tua Di Ruang Digital

Lombok Barat, Info Lombok —Ngobol pintas seputar Islam, yang digelar Universitas Islam Negeri Mataram ( UIN) Mataram bersama Anggota DPR RI komisi VIII Fraksi Partai Demokrat, Dr. H. Nanang Samodra KA. MSc yang di gelar di desa Keramajaya Narmada Lombok Barat pada Rabu (14/10/2026).

Nanang Samodra, menegaskan pentingnya sinergi antara pihak madrasah atau guru, orang tua, dan masyarakat luas. Elemen ini dinilai harus berjalan beriringan dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri untuk menyelaraskan nilai-nilai melalui dialog.tiga hal menurut Nanang Samodra, yang dibutuhkan dalam menghadapi pendidikan madrasah diera digital tersebut, seperti Dewan Komite madrasah, guru Dan orang tua dalam menghadapi tantangan digital tersebut.

" Tiga komponen yang harus di penuhi dalam membangun sinergi madrasah dengan masyarakat diera digital tersebut" jelasnya

Selain itu juga terang Nanang Samodra Dialog dinilai sebagai elemen terpenting dalam membangun pemahaman bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pendekatan kepada anak-anak saat ini dinilai lebih menantang dibandingkan masa lalu, sehingga pemahaman yang sama sangat dibutuhkan.
Untuk menjembatani hubungan tersebut, pembentukan wadah khusus seperti komite madrasah atau subandar (perantara) sangat diperlukan.

" Perantara antara madrasah dengan orang tua wali sangat penting" ujarnya

Komite ini berfungsi untuk menghubungkan komunikasi antara masyarakat, orang tua, dan pihak sekolah agar koordinasi berjalan lancar.
Peran Masing-Masing Pihak
Setiap elemen memiliki peran strategis yang berbeda dalam mengawal perkembangan anak:
" Madrasah dan Guru: Berperan sebagai pusat literasi dan ilmu pengetahuan. Guru dituntut untuk mampu memahami perkembangan teknologi dan mendampingi siswa dengan pendekatan yang adaptif" ungkapnya

Senbwtara itu juga, Orang Tua di Rumah, Berperan dalam menerapkan parental control atau pengawasan terhadap penggunaan perangkat gawai (smartphone) pada anak. Orang tua juga berkewajiban memberikan contoh teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memberikan kesepakatan yang jelas mengenai batasan waktu penggunaan gawai.

" Prenatal Control sangat dibutuhkan dalam proses sinergi anak dengan orang tua untuk mengawasi aktivitas anak di media sosial" ucapnya

Untuk Masyarakat, berperan dalam mendukung pengawasan lingkungan, termasuk membantu mengatur dan membatasi jaringan atau akses internet tertentu di wilayah sekitar agar tidak disalahgunakan oleh anak-anak.

" Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak di dunia Maya yang membahayakan mental mereka" tegas Nanang Samodra

Dengan adanya kolaborasi yang erat serta aturan yang tegas dari lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi di era digital saat ini.

“Orang tua harus berkolaborasi dengan anak dan sekolah dalam menjaga ruang digital bagi keamanan untuk anak” tutupnya

Sementara itu, Dr. H. Muhamad Muhasim Satuan pengawas pendidikan UIN Mataram, menjelaskan, Pengelolaan lembaga pendidikan, ditekankan pentingnya memahami karakteristik khas antara sekolah umum dan pondok pesantren. Sebuah pondok pesantren tidak hanya sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga harus dilengkapi dengan fasilitas ibadah seperti masjid serta pembimbing keagamaan yang memadai.

Pentingnya Silaturahim dan Adaptasi Era Digital
Selain membahas infrastruktur dan pembiayaan, dirinya menyoroti pentingnya pendekatan kekeluargaan dan silaturahim di tengah arus digitalisasi.

" pentingnya pendekatan kekeluargaan dan silaturahim di tengah arus digitalisasi" terang Muhammad Muhasim

Para orang tua terang Muhasim diingatkan agar bijak menghadapi anak-anak yang tumbuh di era modern yang akrab dengan gawai (smartphone). Hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antarwarga madrasah harus terus dirajut erat melalui interaksi langsung.

" Hubungan langsung antara madrasah, anak Dan ruang digital sangat diperlukan untuk menyaring informasi yang negatif" jelasnya

Budaya Islah dan Penyelesaian Masalah

Karakter penting berikutnya yang ditekankan bagi komunitas madrasah adalah penyelesaian setiap permasalahan melalui musyawarah dan semangat islah (perdamaian). Ketika muncul suatu masalah di lingkungan sekolah atau pesantren, pihak terkait diharapkan tidak mudah melontarkan protes, melainkan mendiskusikannya dengan kepala dingin demi kebaikan bersama.

" Jika ada persoalan di madrasah orang tua jangan banyak protes karena membina anak-anak sangat sulit dengan masalah kompleks" ujar Muhasim

Ditulis oleh

Info Lombok

Editor Info Lombok News