Semen Langka dan Harga Tembus Rp87 Ribu di Tengah Pembangunan KDKMP, KAMMI Desak Pemerintah Buka Data Distribusi

Muhamad Gumelar Fawaz, Ketua KAMMI Lombok Barat (Info Lombok/Ist)
Muhamad Gumelar Fawaz, Ketua KAMMI Lombok Barat (Info Lombok/Ist)

LOMBOK BARAT, INFO LOMBOK - Kelangkaan semen di sejumlah wilayah Lombok Barat yang membuat harga pengecer naik hingga Rp80 ribu–Rp87 ribu per sak mendapat sorotan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lombok Barat.

Ketua KAMMI Lombok Barat Muhamad Gumelar Fawaz mempertanyakan alur distribusi semen di tengah informasi bahwa aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Lembar masih berjalan dan kuota disebut tersedia. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijelaskan pemerintah agar masyarakat mengetahui titik persoalan dalam rantai pasokan.

Gumelar menegaskan KAMMI tidak ingin menyimpulkan adanya penimbunan atau pengalihan semen tanpa bukti. Namun, pemerintah dinilai perlu membuka data mengenai jumlah semen yang masuk, distributor penerima, wilayah penyaluran, hingga ketersediaan semen untuk masyarakat dan proyek pemerintah.

Sorotan juga muncul karena pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tetap berjalan di tengah kelangkaan material. KAMMI meminta pemerintah menjelaskan apabila terdapat mekanisme atau pengadaan khusus semen untuk proyek KDKMP.

“Kami tidak sedang mempertentangkan KDKMP dengan masyarakat. Yang kami pertanyakan adalah bagaimana pemerintah memastikan distribusi semen tetap adil ketika masyarakat sedang kesulitan mendapatkan semen,” kata Gumelar.

KAMMI berharap pemerintah segera memberikan informasi berbasis data mengenai distribusi semen sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh semen dengan harga yang wajar. Menurut Gumelar, keterbukaan informasi penting agar persoalan kelangkaan tidak berkembang menjadi dugaan dan saling curiga di tengah masyarakat.

Ditulis oleh

Info Lombok

Editor Info Lombok News