MATARAM, INFO LOMBOK - Semangat belajar, jiwa kepemimpinan, dan keberanian untuk terus berkembang mengantarkan Arsyadila Sophia Fidduha meraih gelar Putri Intelligensia Putri Hijabfluencer Nusa Tenggara Barat 2026.
Gadis asal Sumbawa Besar ini merupakan mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram. Selain aktif menempuh pendidikan, Arsyadila juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi, pengembangan kepemudaan, serta dunia kewirausahaan.
Saat ini, ia tengah mengembangkan usaha di bidang kecantikan sebagai Makeup Artist (MUA) dan menyiapkan sejumlah proyek bisnis lainnya. Baginya, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk terus berkarya, berkembang, dan memberikan dampak positif di berbagai bidang.
Arsyadila mengungkapkan bahwa gelar Putri Intelligensia memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemampuan akademik. Menurutnya, gelar tersebut mencerminkan karakter, pola pikir, kemampuan berkomunikasi, serta semangat untuk terus belajar dan bertumbuh.
“Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa setiap perempuan memiliki potensi untuk bersinar dengan caranya masing-masing. Saya berharap gelar ini dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi positif dan menginspirasi perempuan muda agar berani bermimpi serta percaya pada kemampuan dirinya sendiri,” ujarnya.
Salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan hidupnya adalah saat mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Pancasila, Jakarta, selama satu semester. Melalui program tersebut, Arsyadila berkesempatan bertemu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, mempelajari keberagaman budaya, sekaligus memperluas wawasan dan cara pandangnya.
Di lingkungan kampus, ia juga aktif berorganisasi dan pernah mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pendidikan BEM FEB Universitas Mataram. Pengalaman tersebut mengajarkannya tentang kepemimpinan, komunikasi, serta pentingnya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Tak kalah berkesan, perjalanan dalam ajang Putri Hijabfluencer NTB 2026 menjadi pengalaman pertama Arsyadila mengikuti kompetisi beauty pageant. Dari ajang tersebut, ia belajar membangun kepercayaan diri, berani menyampaikan gagasan, serta terus mengembangkan potensi diri.
Bagi Arsyadila, setiap pengalaman bukan hanya soal pencapaian, tetapi juga proses pembelajaran yang membentuk karakter dan membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar di masa depan. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa dengan ilmu, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar, perempuan muda NTB mampu bersaing, berkarya, dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.





