LOMBOK TENGAH, INFO LOMBOK - Perjuangan dan kerja keras mengantarkan Hana Restu Pratiwi, putri asal Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, meraih predikat sebagai lulusan terbaik Program Studi Magister Media dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada wisuda periode IV yang digelar Rabu, 10 Juni 2026.
Hana berhasil menyelesaikan studi magisternya dengan prestasi membanggakan, yakni meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Baginya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
“Saya merasa bahagia sekaligus terharu karena perjalanan ini tentu tidak mudah. Ada kerja keras dan komitmen yang harus diperjuangkan hingga sampai di titik ini,” ungkap Hana.
Lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana, Hana meyakini bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk mengubah masa depan. Keyakinan itulah yang menjadi bahan bakar semangatnya selama menempuh pendidikan.
“Saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Satu keyakinan saya, pendidikan mampu mengubah nasib seseorang dan membuat kita bisa duduk setara dengan siapa pun,” ujarnya.
Tak hanya berprestasi di bangku kuliah, Hana juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pengembangan diri. Saat menempuh pendidikan magister, ia dipercaya menjadi pembicara dalam konferensi media internasional di Malaysia.
Semangat memberi manfaat juga diwujudkannya dengan mendirikan komunitas Muda Berdampak pada tahun 2023 yang fokus pada isu pendidikan, perempuan, dan anak. Setahun kemudian, ia mendirikan lembaga pelatihan Public Speaking Hana yang hingga kini masih aktif membantu masyarakat meningkatkan kemampuan komunikasi publik.
Selain itu, Hana juga aktif dalam berbagai kegiatan kerelawanan, termasuk mengikuti program volunteer di Malaysia pada tahun 2024. Prestasinya semakin lengkap setelah terpilih sebagai delegasi Womenspirasi Indonesia 2025 yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Melalui berbagai pencapaian tersebut, Hana ingin menunjukkan bahwa anak desa memiliki peluang yang sama untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Kisah Hana Restu Pratiwi menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diraih siapa saja, selama diiringi tekad, kerja keras, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci perubahan.





