Mataram, Info Lombok – Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram (Unram) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mengembangkan promosi kesehatan berbasis media sosial. Kegiatan yang berlangsung pada 25 Juni 2026 itu merupakan bagian dari Program Pengembangan Diri dan Profesi (PDP) dengan tema “Promosi Kesehatan Berbasis Media Sosial untuk Mendukung Masyarakat Sehat.”
Kegiatan diawali dengan kunjungan dan diskusi interaktif bersama Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Dalam forum tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai isu kesehatan yang menjadi prioritas di NTB, strategi promosi kesehatan yang efektif, serta peran apoteker dalam mendukung upaya promotif dan preventif di masyarakat.
Kepala Bidang Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Kemitraan Lingkungan (PKPKL) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Badarudin, S.Kep., Ns., M.M., mengapresiasi kolaborasi tersebut.
“Terima kasih kepada para mahasiswa yang telah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dalam kegiatan promosi kesehatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami berbagai permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas di Provinsi NTB serta semakin menyadari pentingnya peran Apoteker dalam melakukan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat. Harapan kami, edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media sosial dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat masyarakat,” ujarnya.
Sebagai hasil dari kolaborasi tersebut, mahasiswa Profesi Apoteker FKIK Unram bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTB memproduksi video promosi kesehatan yang dipublikasikan melalui platform Instagram. Pemanfaatan media sosial diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas dengan penyampaian informasi kesehatan yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan kesehatan di NTB. Selain memperkaya pengalaman belajar di lapangan, kegiatan ini juga membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bekal menjalankan profesi apoteker di masa depan.


