Lombok Barat, Info Lombok – Kepolisian Sektor (Polsek) Gerung melakukan pemetaan potensi kerawanan sebagai langkah awal untuk mengantisipasi gangguan keamanan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
Dalam Wawancaranya Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran mengatakan, pemetaan dilakukan terhadap tujuh desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak. Dari hasil pemetaan sementara, terdapat satu desa yang masuk kategori memiliki tingkat kerawanan tinggi dan satu desa lainnya berpotensi meningkat ke kategori tinggi.
“Untuk mengantisipasi Pilkades Serentak, kami melakukan langkah awal dengan memetakan potensi kerawanan di tujuh desa yang akan melaksanakan Pilkades di Kecamatan Gerung. Dari pemetaan sementara, satu potensi tinggi dan satunya sedang,” jelasnya saat ditemui usai kegiatan sosialisasi Pilkades di Aula Kantor Camat Gerung, Senin (1/9/2026).
Ia menegaskan, pemetaan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah antisipasi sekaligus memantau perkembangan situasi di masing-masing wilayah. Namun, identitas desa yang masuk dalam kategori kerawanan tersebut tidak dipublikasikan untuk menjaga kondusivitas tahapan Pilkades.
Selain pemetaan, Polsek Gerung juga mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk melakukan pemantauan secara rutin terhadap situasi keamanan dan dinamika masyarakat di wilayah tugas masing-masing.
“Bhabinkamtibmas terus melakukan monitoring situasi keamanan di masyarakat. Hasil pemantauan tersebut menjadi laporan kepada kami untuk kemudian menentukan langkah-langkah strategis apabila terdapat perkembangan situasi yang perlu ditangani,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan sejak dini penting dilakukan untuk mencegah potensi konflik berkembang menjadi gangguan keamanan. Karena itu, koordinasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan seluruh pihak terkait terus diperkuat.
Selain itu, AKP Lale berharap seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 di Kecamatan Gerung dapat berlangsung aman dan kondusif. Menurutnya, situasi tersebut hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan koordinasi seluruh pihak.
“Harapan kami tentunya Pilkades berjalan dalam situasi yang kondusif. Kondisi kondusif ini pasti akan terbangun melalui kolaborasi dan koordinasi kami dengan berbagai pihak, terutama kecamatan dan desa,” pungkasnya.
Kecamatan Gerung sendiri akan melaksanakan Pilkades Serentak di tujuh desa dengan total 57 tempat pemungutan suara (TPS). Pemetaan kerawanan dan penguatan pemantauan keamanan diharapkan mampu memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.





