Lombok Barat, Info Lombok - Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H. M. Muazzim Akbar menggelar sosialisasi program Jaminan Sosial Kesehatan ( JKN) BPJS kesehatan di Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar Lombok Barat kepada ratusan masyarakat di kecamatan lembar, sekotong, unsur porkopincam, kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. pada sabtu (11/06/06).
H. M. Muazzim menekankan kepada semua fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas hingga rumah sakit untuk tidak boleh lagi menolak warga masyarakat yang akan berobat dengan alasan tidak memiliki biaya karena saat ini hampir semua kabupaten kota di NTB, telah mendapatkan program Universal Health Covarage (UHC).
" Tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan karena telah tercover UHC" jelasnya
Pemerhati Pekerja Migran tersebut, menguraikan bahwa persoalan data warga yang terhapus di tingkat pusat menjadi kesulitan bagi warga mengakses jaminan kesehatan namun hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah untuk membentuk sistem Indonesia satu data sehingga banyak yang terhapus. Namun H. Muazzim menegaskan pihaknya bersama dengan kementrian terkait baik Kemensos, Badan Pusat Statistik dan Dari BPJS pusat telah menyatukan data yang terbagi dalam desil.
" Kami telah menyelesaikan persoalan-persoalan itu dengan aturan-aturan yang ditetapkan di DPR RI untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan" ungkapnya
Namun kendati demikian terang, H. Muazzim pihaknya terus melakukan koordinasi tingkat pusat untuk penyempurnaan data dan sistem untuk dibuatkan aturan perundang-undangan yang pro kepada masyarakat kecil. Karena pada umumnya masyarakat membayar iuran BPJS hanya pertama kali untuk seterusnya tidak dibayarkan.
Sementara itu, I Gusti Ketut Kusuma kepala Kantor BPJS kesehatan Kabupaten Lombok Barat menjelaskan bahwa program JKN tersebut harus mengkaper semua masyarakat sesuai dengan perintah undang-undang, sehingga semua masyarakat harus masuk sebagai peserta BPJS.
" pada intinya semua masyarakat di Indonesia harus masuk sebagai peserta BPJS kesehatan" jelasnya
BPJS saat ini telah memiliki banyak program dari bantuan pemerintah baik daerah hingga pusat yang masuk dalam program UHC, Selain itu, ada BPJS mandiri, BPJS ketenaga kerjaan hingga program-program lainnya. Dengan akses yang sangat cepat mulai dari mendatangai lansung gerai-gerai BPJS di faskes terdekat hingga di tempat-tempat pelayanan pemerintah. Atau dengan menggunakan sistem daring menggunakan JKN Mobile.
" Kami sudah siapkan gerai-gerai di Faskes terdekat dan melalui sistem daring via aplikasi mobile" urai Igusti Ketut Kusuma
Selain itu jelas Igusti Ketut Kusuma, masyarakat di minta mengakses BPJS dengan sistem rujukan dari faskes tingkat dasar atau pertama dari puskesmas, rumah sakit kabupaten hingga lanjutan ke provinsi atau ke Faskes Provinsi lain sesuai dengan kepesertaannya.
Dengan kegiatan tersebut diharapkan masyarakat sejumlah pertanyaan masyarakat dilontarkan, soal p layanan BPJS yang lamban dalam merespon kebutuhan masyarakat yang mengurus BPJS, yang ribet hingga kerabatnya meninggal dunia BPJS tidak bisa di akses.
BPJS Lobar, menerangkan jika alirnya harus di usulkan kembali ke tingkat bawah dari desa hingga di ajukan kepusat dan akan dikeluarkan kepesertaannya berdasarkan desil yang telah ditetapkan mendapatkan jenis bantuan yang ditentukan oleh kementrian sosial.
" jika sudah di lakukan proses dari awal yang menentukan adalah Kemensos bukan dari BPJS" Ucap I Gusti Ketut Kusuma
Dalam kegiatan tersebut diharapkan paham dan peduli dengan jaminan kesehatan karena biaya kesehatan setiap tahunnya terus naik sehingga dengan mengikuti kepesertaan BPJS tersebut bisa meringankan beban masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan.



