INFO LOMBOK - Mimpi besar tak selalu datang dengan jalan yang mudah. Bagi Muhammad Aiman, mahasiswa semester 3 Program Studi Tadris IPS UIN Mataram asal Bowoh, Desa Setungkep Lingsar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, perjalanan menuju Istana Negara harus ditempuh dengan kesabaran, kerja keras, dan kegigihan.
Tiga tahun berturut-turut ia mengikuti seleksi anggota Paduan Suara Nasional untuk tampil pada Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara. Dua kali ia harus menerima kenyataan belum berhasil. Namun, kegagalan itu tidak membuatnya berhenti bermimpi.
Justru setiap kegagalan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kemampuan vokalnya. Hingga akhirnya, pada seleksi tahun 2026, namanya diumumkan sebagai peserta terbaik kategori suara bass yang berhak mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat di Istana Negara.
“Yang membuat saya terus mencoba setiap tahun karena setelah mengenal Gita Bahana Nusantara, itu menjadi salah satu mimpi terbesar saya. Alhamdulillah tahun ini Allah memberikan rezeki itu kepada saya,” ungkap Aiman.
Perjalanan Aiman di dunia paduan suara dimulai sejak duduk di kelas II Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Irsyadul Mujahidin. Dari sanalah kecintaannya terhadap seni vokal tumbuh hingga mengantarkannya ke panggung kehormatan tingkat nasional.
Saat namanya diumumkan sebagai peserta terpilih, Aiman mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa haru.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Impian yang saya perjuangkan akhirnya tercapai. Semua ini tidak lepas dari doa orang tua, guru-guru, terutama Kak Edo yang sabar membimbing saya, serta teman-teman yang selalu memberi semangat,” katanya.
Bagi Aiman, keberhasilan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus berkarya. Ia berharap semakin banyak anak muda NTB berani mengejar mimpi, meski harus melewati kegagalan berkali-kali.
“Capek itu boleh, menyerah jangan. Kata pelatih saya, setiap kali gagal, sebenarnya kita sedang mengurangi jatah kegagalan. Kegagalan hanyalah mimpi yang tertunda. Teruslah berjuang dan gapai mimpimu,” pesannya.





