INFO LOMBOK - Bagi sebagian orang, kuliah di Fakultas Kedokteran sudah menjadi tantangan besar. Namun bagi Pramesti Dyah Pitaloka, mahasiswi Program Studi Kedokteran Universitas Bumigora asal Kota Mataram, kesibukan kuliah tidak membuatnya mengubur mimpi untuk berdiri di panggung kehormatan bangsa.
Setelah tiga kali mengikuti seleksi, Pramesti akhirnya berhasil lolos sebagai anggota Tim Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Ia akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat tampil pada upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara.
Perjalanan menuju Istana Negara bukanlah perjalanan yang mudah. Sejak masih duduk di bangku SMAN 1 Mataram, Pramesti telah aktif di dunia paduan suara dan mulai mengikuti seleksi GBN pada 2024 bersama dua sahabatnya, Muhammad Farid Firdaus dan Josefina Alexandra Virena (Alexa).
Saat itu, mereka harus mempelajari prima vista, kemampuan membaca notasi musik yang menjadi salah satu materi tersulit dalam seleksi.
“Awalnya kami benar-benar kesulitan membaca notasi. Tapi karena terus berlatih jauh-jauh hari, perlahan semuanya terasa lebih mudah. Meski belum lolos, kami sepakat untuk tidak menyerah,” kenangnya.
Tahun berikutnya, perjuangan semakin berat. Seleksi GBN bertepatan dengan masa kelulusan SMA dan persiapan masuk perguruan tinggi sehingga ia harus membagi waktu antara latihan dan belajar.
Memasuki 2026, tantangan kembali datang. Jadwal seleksi GBN justru bersamaan dengan ujian kuliah kedokteran. Di tengah padatnya aktivitas akademik, Pramesti harus mencuri waktu untuk mengikuti audisi dan menjaga kualitas latihan vokalnya.
“Tahun ini audisi GBN bertepatan dengan ujian. Jadi benar-benar harus pintar membagi waktu antara kuliah, ujian, dan latihan. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya menjadi rezeki saya,” ujarnya.
Selama tiga tahun, Pramesti tidak pernah berjalan sendirian. Ia terus ditemani dua sahabatnya sejak SMA, Farid dan Alexa, yang sama-sama memiliki mimpi tampil di Istana Negara.
Momen paling membahagiakan baginya adalah ketika mengetahui ketiganya dinyatakan lolos bersama sebagai wakil NTB.
“Saya sangat senang dan bersyukur, apalagi bisa lolos bersama Farid dan Alexa. Kami sudah berjuang bersama sejak tiga tahun lalu dan akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan,” katanya.
Keberhasilan tersebut, menurut Pramesti, tidak lepas dari doa kedua orang tua, dukungan Universitas Bumigora, para pelatih Kak Yaning dan Kak Yudha yang sabar membimbing teknik vokal serta membaca notasi, hingga semangat yang selalu diberikan oleh kedua sahabatnya.
Selain aktif bernyanyi, Pramesti juga telah mengukir berbagai prestasi, di antaranya Juara 1 FLS2N Menyanyi Solo Putri Tingkat Kota Mataram 2024, Juara 2 FLS2N Tingkat Provinsi NTB 2024, Juara 2 Bumigora Music Festival 2023, serta meraih sejumlah prestasi bersama Paduan Suara Symphony of Smansa, termasuk Juara 1 Lombok Creativity Festival dan Juara 2 Lomba Paduan Suara MIPA Expo Universitas Islam Bandung 2024.
Di akhir wawancara, Pramesti menyampaikan pesan kepada generasi muda NTB agar tidak pernah takut bermimpi.
“Teruslah belajar, berlatih, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Tidak ada usaha yang sia-sia jika dilakukan dengan tekun dan konsisten. Semoga semakin banyak anak muda NTB yang berani bermimpi, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” pesannya.
Bagi Pramesti, keberhasilan tampil di Istana Negara bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi bukti bahwa mimpi besar hanya bisa diraih oleh mereka yang memilih bertahan, terus belajar, dan tidak menyerah meski berkali-kali menghadapi tantangan.





