INFO LOMBOK - Kabar membanggakan datang dari Nusa Tenggara Barat. Seorang talenta muda asal Monjok Bangket Culik, Kota Mataram, Juandri Maulana Rizky, berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan tampil di Gothia Cup 2026, turnamen sepak bola junior terbesar di dunia yang berlangsung di Gothenburg, Swedia, pada 12–19 Juli 2026. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari daerah dan diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, serta tekad yang kuat.
Remaja berusia 13 tahun yang akrab dijuluki “King Kobra” ini sebelumnya mengasah kemampuannya bersama SSWB Redwood Lombok. Dari lapangan-lapangan latihan di Lombok, bakatnya terus berkembang hingga akhirnya mendapat kesempatan emas bergabung bersama Akademi Persib Cimahi (APC) U-13 untuk mewakili Indonesia di ajang sepak bola usia muda paling bergengsi di dunia.
Bagi Juandri, kesempatan tampil di Gothia Cup bukan datang secara instan. Di balik pencapaiannya ada ribuan jam latihan, pengorbanan waktu bersama keluarga, semangat untuk terus belajar, serta keberanian meninggalkan zona nyaman demi mengejar mimpi. Ia membuktikan bahwa asal-usul bukanlah penghalang untuk bersaing dengan pemain-pemain terbaik dari berbagai negara.
Bersama Akademi Persib Cimahi, Juandri menjalani perjalanan luar biasa di Swedia. Menghadapi tim-tim kuat dari berbagai belahan dunia, mereka mampu menunjukkan permainan terbaik hingga menembus partai final Gothia Cup U-13 2026. Pencapaian tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi tim sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.
Di laga final, Akademi Persib Cimahi harus mengakui keunggulan wakil Prancis, Section Elite, dengan skor 0-2. Meski belum berhasil mengangkat trofi juara, Juandri dan rekan-rekannya sukses menorehkan prestasi sebagai runner-up Gothia Cup U-13 2026, sebuah capaian yang sangat membanggakan mengingat turnamen ini diikuti ribuan pemain muda terbaik dari berbagai negara.
Medali runner-up yang dibawa pulang Juandri bukan sekadar penghargaan, melainkan simbol bahwa anak-anak dari Lombok mampu berdiri sejajar dengan talenta-talenta sepak bola dunia. Keberhasilannya menjadi inspirasi bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan kesempatan yang tepat, mimpi bermain di panggung internasional bukanlah sesuatu yang mustahil.
Usai menyelesaikan turnamen, Juandri dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 20 Juli 2026 dan tiba di Lombok pada 22 Juli 2026. Kepulangannya tentu disambut penuh kebanggaan oleh keluarga, masyarakat, serta pecinta sepak bola di Nusa Tenggara Barat.
Kisah Juandri Maulana Rizky menjadi pengingat bahwa setiap mimpi besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil. Dari lapangan latihan di Monjok Bangket Culik hingga stadion megah di Swedia, ia telah membuktikan bahwa anak Lombok mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di pentas dunia. Semoga perjalanan “King Kobra” menjadi inspirasi bagi generasi muda NTB untuk terus berani bermimpi, bekerja keras, dan suatu hari nanti membawa Merah Putih berkibar lebih tinggi di panggung sepak bola internasional.





