Lombok Barat, Info Lombok — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan pelatihan Teknis ( Bimtek) Gerakan Literasi yang melibatkan sebanyak 100 peserta dari unsur guru dan pemerintah desa. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi warga Lombok Barat.pada Selasa (21/07/2026)
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Barat, Lalu Winengan, menjelaskan bahwa program pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga memiliki misi besar untuk menanggulangi permasalahan pendidikan di daerah tersebut
“Tujuan kami mengadakan pelatihan literasi perpustakaan ini untuk meningkatkan minat baca warga di kampung-kampung” jelas HK. Lalu. Winengan
Winengan menjelaskan juga, lemaganya memiliki hajat untuk mencerdaskan anak bangsa di Lobar dengan tradisi baca maka akan meningkatkan
Pengetahuan mereka. pihaknya juga mengajak desa-desa untuk membentuk perpustakaan desa.
" Kami mendorong desa-desa untuk membuat perpustakaan desa" jelasnya
Dari literasi ini nantinya semua peserta menjadi pembina dan mensosialisasikan program literasi tersebut kepada semua anak-anak di desa masing-masing.
" Nanti para pembina yang di didik ini akan mensosialisasikan kembali program literasi di tempat mereka" ujar Winengan
Tingginya angka putus sekolah di Lobar terang Winengan pada 2024 tercatat sebanyak 7.689 anak. Per 14 Juli 2026, jumlah tersebut berhasil diturunkan sebesar 13,32 persen menjadi 6.665 anak.di harapkan gerakan sadar literasi ini akan menjadi solusi bagi semua masyarakat supaya sadar akan pentingnya anak mengenyam pendidikan dasar.
" Sosialisasi pentingnya literasi ini kami harapkan menekan angka putus sekolah" ungkapnya
Melalui bimbingan ini, para pengelola perpustakaan dan pendidik diharapkan dapat lebih terarah dalam membimbing anak didik serta memicu minat baca masyarakat. Kepala Disarpus Kabupaten Lombok Barat H. Lalu Winengan menyampaikan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk mendekatkan akses bahan bacaan kepada masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Kami sebagai jajaran (OPD) tarus tetap berkerja, meskipun di tengah kondisi saat ini, tak menjadi penghalang kami terus bekerja. Tujuan kita adalah bagaimana meningkatkan minat baca anak-anak didik di Lombok Barat sekaligus menjadi salah satu upaya menekan angka putus sekolah. Kita ingin perpustakaan hidup di setiap desa agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengakses buku,” ujarnya.
Kendati di tengah persoalan yang dialami Pemkab karena Bupati Lombok Barat LAZ tersandung kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, Disarpus Lobar tetap eksis melaksanakan program untuk meningkatkan minat baca masyarakat Lobar.





