INFO LOMBOK - Mimpi besar tak selalu diraih dalam sekali perjuangan. Kisah itulah yang dibuktikan oleh Josefina Alexandra Virena, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bumigora asal Kota Mataram, yang berhasil terpilih sebagai anggota Tim Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Bersama para penyanyi terbaik dari seluruh Indonesia, ia akan tampil pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara.
Di balik keberhasilannya, tersimpan perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Josefina mengaku telah mencintai dunia paduan suara sejak duduk di bangku SMP. Berbagai prestasi pun berhasil ia ukir, mulai dari Juara 2 FLS2N tingkat Kota saat SD, Juara 1 FLS2N tingkat Kota dan Provinsi saat SMP, hingga Juara Harapan 3 Pesparani Nasional 2021 kategori Mazmur Remaja saat SMA.
Namun, jalan menuju Gita Bahana Nusantara ternyata tidak semulus yang dibayangkan.
Ia pertama kali mengikuti audisi pada tahun 2024. Saat itu, kemampuan membaca notasi dan teknik bernyanyi paduan suara masih menjadi tantangan karena sebelumnya lebih banyak menekuni dunia tarik suara solo. Josefina harus menerima kenyataan gagal, bahkan kegagalan itu kembali terulang pada seleksi tahun 2025.
Alih-alih menyerah, ia justru menjadikan dua kegagalan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk terus berkembang.
“Saya sempat gagal pada audisi tahun 2024 dan 2025. Namun kegagalan tersebut justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berlatih. Berkat dukungan orang tua, pelatih, teman-teman, serta kerja keras yang terus saya lakukan, Puji Tuhan pada tahun 2026 saya berhasil terpilih sebagai perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mengikuti Gita Bahana Nusantara di tingkat nasional,” ungkap Josefina.
Perjuangan selama tiga tahun akhirnya berbuah manis. Saat namanya diumumkan sebagai wakil NTB, rasa syukur dan haru langsung menyelimuti dirinya.
“Saya merasa sangat bersyukur, bahagia, dan bangga karena akhirnya bisa mewujudkan impian yang telah saya perjuangkan selama tiga tahun. Semua ini tentu tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga, pelatih, teman-teman, dan orang-orang yang selalu memberikan semangat kepada saya,” katanya.
Bagi Josefina, keberhasilannya bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia ingin membawa nama baik Nusa Tenggara Barat di panggung nasional sekaligus membuktikan bahwa mimpi dapat diraih melalui kerja keras, kesabaran, dan doa.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, Universitas Bumigora, Pemerintah Provinsi NTB, para pelatih, serta semua pihak yang telah mendukung perjalanan hidupnya.
Kepada generasi muda Lombok dan NTB, Josefina menitipkan pesan sederhana namun penuh makna.
“Jangan takut gagal. Jadikan setiap kegagalan sebagai motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan berkembang. Percayalah pada proses, terus berusaha, dan iringi setiap langkah dengan doa,” pesannya.
Kisah Josefina Alexandra Virena menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju kesuksesan. Dengan ketekunan, semangat pantang menyerah, dan dukungan orang-orang terdekat, impian yang sempat terasa jauh akhirnya bisa terwujud di panggung kehormatan bangsa, Istana Negara.





